GOW Purwakarta– Program Sekolah Perempuan Kreatif dan Mandiri (SEKAR GOW) Kabupaten Purwakarta berlanjut ke hari kedua pembelajaran pada Sabtu (1/8/2026).
Bertempat di Galeri Al-Muhajirin Jalan Veteran 155, sebanyak 50 peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Suasana khidmat menyelimuti pembukaan acara saat seluruh peserta melantunkan tadarus Al-Qur’an yang dipandu oleh Nuraini Haris dari bidang keagamaan.
Pembelajaran yang dipandu oleh Ida Ayu Erna Faridawaty selaku MC sekaligus moderator ini turut didampingi langsung oleh Kepala Sekolah SEKAR GOW, dr. Wulan Farhani Mardiana.
Pada pertemuan kedua ini, peserta berkesempatan menyerap ilmu dari tiga fasilitator berpengalaman: Dr. Eti Jumiati, SE., MM., Tini Rostini, S.Pd., dan R. Nia Ratnawati Yudi. Tiga materi utama yang disajikan meliputi:
Perempuan di Ruang Publik dan Politik yang mengajak peserta memahami pentingnya kontribusi aktif perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan pengambilan keputusan publik.
Penggalian Potensi Diri yang mendorong peserta mengenali kelebihan internal untuk dikembangkan menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.
Selanjutnya, Etika dan Etiket Perempuan Jawa Barat yang mana memperkuat tata krama, kesantunan, dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi akar karakter perempuan Sunda.

Proses pembelajaran berlangsung interaktif dan hidup. Diskusi dua arah mewarnai setiap sesi, mencerminkan tingginya semangat 50 perempuan Purwakarta tersebut untuk terus berkembang.
Ketua GOW Kabupaten Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan bahwa SEKAR GOW dirancang sebagai wadah pembinaan yang holistik. Menurutnya, perempuan adalah pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga.
“Ketika perempuan memiliki ilmu, keterampilan, karakter yang baik, dan kepercayaan diri, dampaknya akan dirasakan langsung oleh keluarga hingga masyarakat luas. Melalui SEKAR GOW, kami ingin melahirkan perempuan yang berilmu, berakhlak, kreatif, mandiri, serta mampu menjadi penggerak pembangunan,” ujar Hj. Ifa.
Beliau menambahkan, program ini tidak sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi juga menggembleng mental, spiritual, dan keterampilan praktis peserta demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Mengusung semangat “Perempuan Berdaya dan Bermakna”, SEKAR GOW memprioritaskan 50 ibu dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Purwakarta pada angkatan ini. Selama program berjalan, para peserta akan mengikuti 12 kali pertemuan interaktif.
Adapun kurikulum program mencakup pengembangan diri, ketahanan keluarga, kemandirian ekonomi/kewirausahaan, literasi digital, pendidikan keagamaan, hingga penguatan kearifan lokal Purwakarta.

Sebagai penutup kegiatan pembelajaran hari kedua, kebersamaan para peserta terasa makin hangat dengan sajian hidangan khas Mie Kocok dari Café Veteran 155, yang diracik istimewa oleh Ibu Euis Carma Rukhiat, S.H., bersama tim. (*)


Tinggalkan Balasan