GOW – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Purwakarta menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan Training Motivation Mental Health di Bale Maya Datar, Kompleks Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 40 organisasi perempuan, seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit Kartika Chandra Kirana, dan organisasi perempuan lainnya, menjadi wadah silaturahmi, koordinasi, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Mengusung tema “Menata Pikir, Merangkul Jiwa, Menjemput Kebahagiaan di Masa Jelita (Jelang 50 Tahun)”, kegiatan ini berangkat dari kesadaran bahwa sebagian besar anggota organisasi perempuan berada pada rentang usia di atas 40 tahun. Karena itu, diperlukan penguatan mental, emosional, dan spiritual agar perempuan tetap produktif, sehat, dan bahagia dalam menjalankan peran di keluarga maupun masyarakat.
Ketua GOW Kabupaten Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., mengatakan perempuan yang kuat dan berdaya merupakan fondasi lahirnya keluarga yang tangguh. Menurutnya, organisasi perempuan harus menjadi motor penggerak pembangunan.
“Perempuan yang matang dalam usia dan pengalaman memiliki peran penting sebagai inspirasi bagi keluarga dan masyarakat. Ketika perempuan berdaya dan bahagia, maka keluarga dan lingkungan sekitarnya pun akan menjadi kuat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Tanti Rosida, S.Sos., CPSA, dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Purwakarta, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “The Power of Female Resilience: Kekuatan Perempuan dalam Menghadapi Tantangan Kehidupan”.
Dalam paparannya, Tanti Rosida menekankan bahwa ketangguhan perempuan tidak hanya diukur dari kemampuannya menyelesaikan berbagai persoalan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keseimbangan mental, emosional, dan spiritual di tengah beragam dinamika kehidupan.
Ia mengajak para peserta untuk membangun ketahanan diri melalui pengelolaan pikiran positif, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta meningkatkan kesadaran diri agar mampu menghadapi tekanan hidup dengan lebih bijak.
Salah satu materi yang disampaikan adalah mengenai spiritual cleansing, yakni proses membersihkan dan menata kembali hati serta pikiran agar seseorang mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, damai, dan bermakna.
Menurutnya, spiritual cleansing dapat dilakukan melalui langkah-langkah praktis harian, di antaranya memperbanyak rasa syukur, memperbaiki kualitas ibadah, meluangkan waktu untuk refleksi diri, mengendalikan pikiran negatif, memperbanyak doa dan dzikir, menjaga kesehatan fisik, serta membangun lingkungan pergaulan yang mendukung kesehatan mental dan spiritual.
“Perempuan sering kali menjadi tempat bersandar bagi keluarga. Karena itu, perempuan juga harus memiliki ruang untuk merawat dirinya sendiri, menjaga kesehatan mental, dan menguatkan spiritualitas agar tetap tangguh dalam menjalankan berbagai peran kehidupan,” ungkapnya.
Selain penguatan mental dan spiritual, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Tabungan Haji dan Program Emas BJB Syariah yang disampaikan oleh Ruly Akmal Nugraha, S.I.Kom., dari BJB Syariah Kabupaten Purwakarta.
Dalam pemaparannya, Ruly menjelaskan berbagai kemudahan layanan keuangan syariah, mulai dari perencanaan ibadah haji melalui program tabungan haji hingga investasi emas sebagai instrumen pengelolaan keuangan yang aman, produktif, dan sesuai prinsip syariah.
Ia mendorong para ibu yang disebutnya sebagai “menteri keuangan” dalam keluarga untuk memiliki perencanaan keuangan jangka panjang sejak dini, baik untuk kebutuhan ibadah maupun sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Pada pertemuan tersebut, GOW Kabupaten Purwakarta juga menyampaikan rencana pelaksanaan Program Sekolah Perempuan yang akan mulai berjalan pada Juli 2026. Program ini menyasar ibu rumah tangga dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan dan pemberdayaan.
Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan edukasi, pendampingan, penguatan karakter, pelatihan keterampilan, serta berbagai materi pemberdayaan yang diharapkan mampu membangun kepercayaan diri dan kemandirian perempuan.
Selama ini, GOW Kabupaten Purwakarta juga aktif menjalankan berbagai program sosial, seperti pendidikan dan santunan bagi anak jalanan, bantuan bagi lansia dan masyarakat kurang mampu, hingga screening kesehatan bagi remaja berkebutuhan khusus melalui pendampingan kesehatan dan pemberian vitamin.
Melalui kegiatan ini, GOW Kabupaten Purwakarta menguatkan komitmen untuk terus memperkuat kapasitas perempuan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan mental dan spiritual, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Sebab, perempuan yang tangguh, sehat, dan berdaya diyakini akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan pembangunan Purwakarta yang semakin istimewa.(*)


Tinggalkan Balasan